
Cara budidaya durian montong sebenarnya mirip seperti varietas lain dan tidak ada perbedaan yang cukup signifikan. Namun, sebagai orang awam yang baru pertama kali ingin menanam pohon durian tentu masih bingung harus memulai dari mana. Jangan khawatir, karena pada pembahasan kali ini mari kita kupas tuntas metodenya.
Durian montong seringkali disebut sebagi rajanya buah durian karena memiliki ukuran besar, daging buah tebal dan citarasa memuaskan. Varietas durian ini berasal dari negara Thailand dan sudah banyak dibudidayakan di Indonesia.
Tidak heran apabila peminat durian Montong sanngatlah besar, karena sebagai penggemar durian pasti merasa puas ketika mencicipinya. Tanpa basa-basi, mari disimak cara budidaya durian montong sebagai berikut.
Cara Budidaya Durian Montong Untuk Pemula
1. Pemilihan Benih Durian
Langkah pertama dimulai dengan menyiapkan benih durian montong untuk ditanam. Jika ingin praktis dan mudah, Anda bisa membelinya di toko pertanian atau secara online. Sudah banyak kok yang menjual bibit durian montong, sehingga tidak perlu bingung.
Selain itu, Anda juga bisa menyiapkan benih dari biji durian. Pilihlah biji yang berasal dari durian berkualitas baik. Karakteristik biji durian yang bagus buat dipilih adalah permukaan halus, tidak cacat, berumur tua dan siap ditanam.
Jika Anda sudah memiliki biji durian montong, selanjutnya siapkan baskom berisi air. Rendam biji durian ke dalamnya, sampai tumbuh akar dan tunas.
Apabila biji durian mengapung di permukaan air, itu pertanda bahwa tidak layak buat ditanam.
2. Menyiapkan Lahan Tanam
Bagi Anda yang berencana untuk budidaya durian montong, maka harus memiliki lahan luas. Pasalnya, karakteristik dari pohon durian montong adalah berukuran besar, akar yang menjalar dan kokoh.
Agar pohon durian bisa tumbuh dengan baik, pastikan tanah untuk menanamnya lembab, gembur dan subur. Untuk menggemburkan tanah bisa memakai cangkul atau sekop. Lanjut dengan memberi campuran sekam tanah dan pupuk dengan perbandingan 2:1.
Supaya kandungan didalam tanah tidak rusak, sebaiknya Anda menggunakan pupuk organik. Seperti contohnya pupuk kandang atau pupuk kompos.
3. Menanam Bibit Durian Montong
Setelah sebelumnya Anda menyiapkan lahan dan bibit durian Montong dengan baik, maka kali ini saatnya eksekusi. Yaitu menanam bibit durian montong. Pertama-tama, silahkan Anda buat lubang tanam dengan sekop. Ukuran lubang menyesuaikan seberapa besar akar bibit durian montong.
Masukkan bibit durian montong ke dalam lubang tanam yang sudah disiapkan. Kemudian timbun menggunakan tanah yang dicampur dengan pupuk organik.
Pastikan Anda menimbun lubang tanaman sampai padat, sehingga bisa tumbuh secara maksimal. Agar kelembapan tanah senantiasa terjaga, jangan lupa menyiramkan air kedalamnya. Durian sendiri termasuk tumbuhan yang membutuhkan air cukup.
4. Merawat Durian Montong
Tidak ada metode khusus untuk merawat durian montong agar cepat berbuah, melainkan sama seperti tumbuhan pada umumnya. Anda harus memperhatikan tanaman agar bisa terhindar dari berbagai macam serangan penyakit.
Perawatan pohon durian montong harus dilakukan secara tekun dan teratur. Baik itu ketika penyiangan, penyiraman sampai dengan pemberian pupuk. Sehingga bisa mendapatkan hasil panen sesuai harapan.
Untuk menjaga kelembapan tanah, penyiraman dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari. Yaitu pada pagi dan sore hari.
Sementara itu, pemupukan dilakukan dua Minggu sekali. Ini bertujuan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan memastikan tanah memperoleh nutrisi dengan baik.
Terakhir, Anda harus melakukan penyiangan secara rutin guna menghindari hama atau tanaman liar yang bisa membawa penyakit untuk pohon durian.
Sebagai raja buah durian, tidak heran apabila sekarang ini semakin banyak orang yang berminat untuk budidaya durian montong. Selain dimakan sendiri, harga jual durian montong juga lumayan tinggi.
5. Masa Panen Durian Montong
Ketika pohon durian berusia 4-5 tahun sejak awal penanaman, maka Anda sudah bisa menikmati hasil panen. Sebelum memasuki masa pemanenan, alangkah baiknya menyiapkan rafia untuk mengikat batang dan buah ke pohon.
Jika Anda tidak telaten mengingatnya, maka buah durian berisiko jatuh. Mungkin tidak masalah apabila hanya jatuh ke tanah, bagaimana kalau sampai mengenai kepala.
Ciri buah durian yang siap dipanen adalah berwarna hijau kekuningan dan memiliki aroma cukup menyengat. Tepat ketika masih mangkel, buah durian montong sebaiknya segera dipetik.
Tidak seperti durian lokal yang pada umumnya menunggu sampai matang di pohon. Perbedaan waktu panen inilah yang membedakan bagaimana tekstur dan citarasanya.
Waktu panen ketika masih mengkal ini membuat daging buah durian terlihat kokoh dan tidak lembek. Ia juga memiliki waktu lebih lama.
Demikianlah pembahasan ringkas mengenai cara budidaya durian montong untuk pemula. Penjelasan diatas adalah gambaran besar yang perlu Anda lakukan ketika berniat menanam durian montong.
Dimulai dari pemilihan bibit, mempersiapkan lahan luas, sampai dengan perawatan dan pemanenan harus dilakukan sebaik mungkin. Semua upaya Anda nantinya bisa memberikan hasil yang setimpal dan memuaskan.